Moramo dan senyuman Sherly
“Konon ini adalah tempat mandinya para bidadari yang turun dari langit, air terjun berlegenda yang ada di Sulawesi Tenggara tepatnya di Kabupaten Konawe Selatan. Pada tahun ini air terjun Moramo yang terletak di Desa Sumber Sari Kabupaten Konawe Selatan masuk ke dalam 50 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI 2022) bersama dengan Limbo Wolio Kota Baubau. Dua pekan lalu Limbo Wolio telah mendapat kunjungan langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekraf RI. Selanjunya ditempat ini akan kembali dijadwalkan semoga berjalan lancar, amin. Konawe Selatan 25 Juni 2022″
Sebuah momen yang saya abadikan melalui media sosial instagram saat itu.
“kini bidadarinya nyata didepan mata, menggunakan baju berwarna putih, dan ditemani oleh dayang-dayangnya”.
Hari ini saya kembali berkunjung ke salah satu destinasi wisata alam di Kabupaten Konawe Selatan, sebuah daya tarik wisata air terjun yang namanya sudah dikenal sejak lama. Berbeda dengan air terjun pada umumnya, Air Terjun Moramo memiliki 7 tingkatan utama, dan puluhan undakan kecil, setiap undakan terdapat cekungan dan kolam alami. Airnya jernih dan suasana hutan yang sejuk memberikan pengalamn rekreasi alam yang menyegarkan.
Terletak di Desa Sumber Sari, sebuah kawasan Trans yang dihuni oleh masyarakat suku jawa, sunda, bali, sulawesi dan beberapa suku lainnya. Tidak heran orang-orang melabel desa ini dengan sebutan miniaturnya Indonesia. Budaya masyarakat setempat menjadi sebuah daya tarik penunjang dari atraksi wisata alam yang disuguhkan di Air Terjun Moramo.
Sepanjang jalan kita disuguhkan dengan pemandangan perkebunan milik masyarakat desa. Pandangan saya tertuju pada buah naga berwarna merah yang masih menempel di pohonnya, terlihat dari warna dan ukurannya kalau buah itu sudah siap untuk di panen. Ada juga buah rambutan yang memenuhi pohonnya, warna merah buah rambutan terlihat mendominasi dari warna dedaunan, sepertinya sang pemilik sudah kualahan menampung buahnya, sehingga dibiarkan saja menggelantung di pohonnya. Bagi masyarakat Desa Sumber Sari berkebun bukan sekedar pekerjaan, namun berkebun adalah bagian dari kehidupan, sebuah aktifitas yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Kami tiba lebih awal dari rombongan. Suasana sudah mulai ramai, masyarakat memadati area wisata dengan wajah penuh antusias, dibawah tenda VIP jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Konawe Selatan telah bersiap menyambut tamu kehormatan tersebut. Dari raut wajah mereka yang hadir terlihat jelas semangat dan rasa penasaran. Maklum, sosok yang selama ini mereka lihat melalui layar ponsel, sebentar lagi akan terlihat langsung dihadapan mereka.
Tak lama kemudian, suara sirine kendaraan pengawal mulai terdengar. Personel pengamanan segera mengambil posisi masing-masing. Dari kejauhan tampak iring-iringan kendaraan memasuki gerbang kawasan wisata. Mobil berpelat Nomor DG 1 melaju perlahan menuju lokasi penyambutan.
Antusiasme wargapun semakin memuncak. Banyak yang mengangkat telepon genggam untuk mengabadikan momen, sementara yang lain berusha mendapatkan posisi terbaik agar dapat melihat dari dekat sosok yang mereka nantikan tersebut.
Sesaat kemudian, Ibu sherly turun dari kendaraan. Mengenakan kemeja putih yang dipadukan dengan celana hitam, beliau tampil sederhana namun tetap berwibawa. Senyum ramahnya langsung disambut hangat oleh para tamu dan masyarakat.
Prosesi penyambutan diawali dengan Tarian Mondotambe yang diiringi oleh musik tradisional. Sebuah perpaduan antara keindahan budaya lokal dan panorama Air Terjun Moramo, menghadirkan suasana yang hangat dan meninggalkan kesan bagi yang hadir saat ini.
Ibu Sherly melangkahkan kaki menelusuri jalan menuju air terjun moramo, sesekali ia berhenti menikmati kesejukan udara, dan melihat aliran air yang jatuh dari bebatuan. Setibanya dikawasan air terjun, Ibu Sherly kemudian berswafoto di genangan air yang jernih, senyum dan suasana santai tampak menghiasi momen tersebut. Air yang mengalir dari bebatuan menjadi latar alami,
“kini bidadarinya nyata didepan mata, menggunakan baju berwarna putih, dan ditemani oleh dayang-dayangnya”.
Kesejukan kawasan air terjun morami seolah menghapus sejenak kesibukan dan rutinitas Pemerintahan. Dalam perjalanan ini. Ibu Sherly ditemani oleh para pendampingnya, termasuk chelsy, yang bertugas sebagai aspri ibu Gubernur Maluku Utara.
Hari ini, langkah Ibu Sherly menuju air terjun bukan sekedar sebuah perjalanan wisata, tetapi menjadi bagian dari cerita tentang seorang pemimpin yang hadir, berjalan, menikmati dan merasakan langsung pesona alam Sulawesi Tenggara.
Selasa 26 Agustus 2025
Share this content:


