Uncategorized
-
Menikmati senja di ujung selatan pulau buton
“Kemarin kulihat awan membentuk wajahmu, desau angin meniupkan namamu.” Sepenggal bait lagu itu tiba-tiba terlintas di benak saya. Ingin rasanya melanjutkan lirik berikutnya, tetapi ingatan tak mampu mengikutinya. Entah mengapa, bait itu muncul begitu saja saat pandangan saya tertuju ke arah Teluk Lande. Di hadapan saya terbentang pemandangan yang nyaris sempurna. Laut yang tenang membentang luas, dikelilingi tebing-tebing batu yang berdiri kokoh seperti pelindung alami. Awan perlahan berubah warna mengikuti perjalanan senja, sementara cahaya matahari sore menyelimuti teluk dengan kehangatan yang menenangkan. Di bawah tebing, kapal-kapal nelayan terparkir rapi menunggu waktu untuk kembali melaut. Beberapa perahu lainnya tampak baru saja pulang dari perburuan ikan, bergerak perlahan menuju daratan. Perjalanan menuju…
-
Dua Orang Berepengaruh
Ada sebuah pepatah lama yang sering kita dengar, setiap masa ada orangnya, setiap orang ada masanya. Namun sepertinya pepatah itu lupa meminta izin dengan dua orang ini. Sebab, aturan itu ternyata tidak berlaku bagi mereka berdua. Pimpinan di kantor silih berganti, datang dan pergi, tapi dua orang ini tetap eksis. Tidak tergantikan, apalagi sampai di-nonjob. Mereka bukan pejabat struktural, bukan pula pemilik tanda tangan sakti di lembar belakang SPPD. Mereka dikenal bukan karena pangkat atau jabatan, melainkan karena satu hal sederhana, yaitu keahliannya. Keahlian mereka bukan turun langsung dari langit. namun Ia lahir dari tempaan waktu, pengalaman panjang, dan jam terbang yang tak terhitung. Kemampuan itu diasah perlahan, hingga akhirnya…
-
Penjaga Gerbang Maritim
Usianya hampir setengah abad. Hingga kini, patung itu masih berdiri kokoh di depan gerbang Pelabuhan Kota Baubau. Andai saja dia hidup dan berbicara, mungkin dia adalah saksi atas hiruk-pikuk aktivitas para pekerja pelabuhan dari masa ke masa. Dia tentu tahu kini sudah masuk generasi ke berapa para buruh pelabuhan yang berjubel dengan barang bawaan penumpang kapal. Mungkin dia juga bertanya-tanya ke mana perginya para tukang becak yang dulu berjejer ramai di dekat gerbang pelabuhan. Wajah-wajah tukang ojek yang dulu mangkal dan berebut penumpang kini telah berganti. Ia hafal betul para penumpang kapal yang hampir setiap minggu datang dan berangkat, kini wajah-wajah lama tidak terlihat lagi, yang tersisa hanyalah wajah-wajah baru…



