-
Di ujung Pasir Putih Lahonduru
Hari ini kami kembali menginjakan kaki disebuah desa yang suasananya begitu lekat dengan air laut, pasir putih dan pohon kelapa. Sebuah desa yang jalanannya putih, bukan karena cat atau paving block, melainkan karena jalanannya hanya beralaskan pasir putih yang halus. Hal inilah yang membentuk identitas desa ini menjadi desa wisata bahari. Kendaraan yang kami tumpangi perlahan memasuki kawasan permukiman. Aktifitas masyarakat desa menjadi pemandangan pembuka. Anak-anak yang berlari tanpa alas kaki, rumah-rumah panggung berdiri kokoh berjejer menghadap laut, pohon kelapa berdiri berbaris rapi dimana daunnya bergoyang mengikuti irama angin, di halaman rumah, ada ibu-ibu yang menjemur ikan kering. Pemandangan seperti ini mungkin bagi masyarakat desa hanyalah rutinitas biasa, namun bagi…
-
Dua Orang Berepengaruh
Ada sebuah pepatah lama yang sering kita dengar, setiap masa ada orangnya, setiap orang ada masanya. Namun sepertinya pepatah itu lupa meminta izin dengan dua orang ini. Sebab, aturan itu ternyata tidak berlaku bagi mereka berdua. Pimpinan di kantor silih berganti, datang dan pergi, tapi dua orang ini tetap eksis. Tidak tergantikan, apalagi sampai di-nonjob. Mereka bukan pejabat struktural, bukan pula pemilik tanda tangan sakti di lembar belakang SPPD. Mereka dikenal bukan karena pangkat atau jabatan, melainkan karena satu hal sederhana, yaitu keahliannya. Keahlian mereka bukan turun langsung dari langit. namun Ia lahir dari tempaan waktu, pengalaman panjang, dan jam terbang yang tak terhitung. Kemampuan itu diasah perlahan, hingga akhirnya…
-
Dari Kebun Cengkeh Menuju Negeri di Atas Awan
Udara pagi terasa sejuk, membawa aroma khas bunga cengkeh yang mulai menguning. Harumnya mengalir lembut bersama angin, Sepanjang perjalanan, mata kami dimanjakan oleh panorama yang menenangkan. Hamparan pepohonan hijau berdiri rapat, sementara di sela-selanya tampak para petani yang tengah sibuk memanen cengkeh. Para petani itu memanjat pohon-pohon tinggi dengan cara yang sederhana namun mengagumkan. Mereka menggunakan batang bambu yang dirangkai menyerupai tangga, meski bentuknya jauh dari tangga pada umumnya. Dengan ketangkasan yang lahir dari pengalaman bertahun-tahun, mereka menaiki batang bambu itu hingga mencapai pucuk pohon, memetik bunga cengkeh yang telah menguning dengan penuh kehati-hatian. Di tengah perjalanan, kami berpapasan dengan beberapa petani yang sedang membawa hasil panennya menggunakan sepeda motor.…
-
Perjalanan yang sederhana
Pukul 10.15. Matahari bersinar begitu terik, seolah ingin menguji kesabaran kami sebelum menikmati hari ini. Kami baru saja tiba setelah menempuh perjalanan sekitar 45 menit dari Kota Kendari. Kendaraan yang kami tumpangi sepertinya lelah, sama juga dengan kami. Dari atas mobil, saya mencari tempat berteduh yang layak untuk kendaraan, melihat ke seluruh area parkir, hamparannya luas, sama seperti lapangan sepak bola, bedanya, cuman tidak ada gawang dan garis lapangan saja. Tanah lapang yang terbuka, nyaris tanpa perlindungan dari sengatan matahari. Saya mencari sudut yang sedikit lebih ramah, paling tidak kaca depan mobil saya tidak langsung terkena cahaya matahari. Perhatian saya tertuju pada sebuah pohon jambu. Bukan karena rindangnya, melainkan karena…
-
Diantara gerimis, senja dan harapan
Perahu kecil ini membelah laut Moramo Utara dengan pelan. Suara mesin tua berdengung lirih, membentuk irama khas perjalanan laut yang sederhana namun penuh makna. Saya duduk di pinggir perahu, tepat di depan sang juru kemudi. Angin asin mulai menyentuh wajah, membawa aroma laut yang akrab, sementara hujan gerimis jatuh perlahan, menghadirkan suasana syahdu. kini garis pantai Konawe Selatan kian menjauh ke belakang. Hari ini, tujuan kami adalah Pulau Senja dan Pantai Kartika. Beberapa pekan terakhir, Pulau Senja dan Pantai Kartika menjadi topik yang hangat diperbincangkan. Video dan narasinya berulang kali muncul di beranda TikTok saya. Video-video itu FYP. Dunia digital seolah menyatakan dukungannya. Sejak dulu, Pulau Senja dan Pantai Kartika…
-
Ziarah di Kampung yang hilang
Bagi mereka, pulau ini bukan sekadar tempat berwisata, melainkan tempat berziarah, mendoakan arwah leluhurnya. Di atas hamparan pasir putih, di bawah rindangnya pohon kelapa dan pinus, tenda berdiri dengan tegap. Kursi dan meja tertata rapi tepat di hadapan tenda. Angin berhembus pelan dari arah barat, membawa aroma laut yang menenangkan. Aktivitas di pulau ini tidak terlalu ramai, justru itulah yang membuatnya terasa hangat, menjadi tempat yang nyaman untuk berkumpul dan menikmati waktu bersama keluarga. Siapa sangka, pulau yang kini tampak tenang dan indah ini, dahulu merupakan tempat bermukimnya masyarakat nelayan. Kehidupan mereka lekat dengan perahu, jala, kail, bubu, dan tombak. Sejak dini hari, aktivitas telah dimulai, yang laki-laki bersiap melaut,…
-
Penjaga Gerbang Maritim
Usianya hampir setengah abad. Hingga kini, patung itu masih berdiri kokoh di depan gerbang Pelabuhan Kota Baubau. Andai saja dia hidup dan berbicara, mungkin dia adalah saksi atas hiruk-pikuk aktivitas para pekerja pelabuhan dari masa ke masa. Dia tentu tahu kini sudah masuk generasi ke berapa para buruh pelabuhan yang berjubel dengan barang bawaan penumpang kapal. Mungkin dia juga bertanya-tanya ke mana perginya para tukang becak yang dulu berjejer ramai di dekat gerbang pelabuhan. Wajah-wajah tukang ojek yang dulu mangkal dan berebut penumpang kini telah berganti. Ia hafal betul para penumpang kapal yang hampir setiap minggu datang dan berangkat, kini wajah-wajah lama tidak terlihat lagi, yang tersisa hanyalah wajah-wajah baru…
-
Senja di Limbo Wolio (Kisah Benteng, kosmologi dan Jejak Islam di Buton)
Seperti biasanya, sore ini kawasan Limbo Wolio kembali ramai oleh muda-mudi yang berolahraga mengitari Benteng Keraton Buton. Di sudut lain, para pengunjung tampak santai menikmati lembutnya angin sore, seolah mereka tidak ingin melewatkan detik demi detik cahaya jingga yang perlahan turun di atas kota Baubau. Saya duduk di sisi utara benteng, tepat di atas dinding yang disusun dari tumpukan batu kapur dan batu karang, sebuah karya arsitektur yang berdiri tegak selama berabad-abad. Senja di Limbo Wolio memang berbeda, ada rasa takjub yang selalu muncul setiap kali memandang ke sekeliling. Ke arah utara misalnya, hamparan pemukiman masyarakat kota Baubau terlihat indah, membentang hingga ke garis laut Selat Buton. Dari ketinggian ini,…
-
Fight or Flight
Dalam banyak situasi, manusia justru menunjukan kemampuan terbaiknya ketika berada dalam tekanan atau kondisi yang terdesak. Ketika pilihan semakin sempit, maka otak dipaksa bekerja lebih cepat, dan lebih inovatif untuk menemukan jalan keluar. Berbagai penelitian menjelaskan bahwa tubuh akan mengaktifkan respon fight or flight (melawan atau melarikan diri). Ini adalah sebuah mekanisme biologis yang terjadi tanpa sadar, sifat alamiah sebagai bentuk pertahanan diri. Pikiran menjadi lebih tajam, adrenalin naik, dan kemampuan dalam membuat keputusan meningkat. Di momen inilah kreatifitas biasanya akan muncul, bahkan hal yang belum pernah terfikirkan sebelumnya. Melawan atau melarikan diri ? sebuah pertanyaan yang muncul dibenak para pemangku kebijakan di daerah pasca ditetapkannya kebijakan fiskal Nasional, pemotongan…
-
Wisata berkualitas dimulai dari usaha yang terstandar
Beberapa hari yang lalu, sebuah musibah terjadi di salah satu usaha pariwisata dan menelan korban jiwa. Peristiwa ini kembali mengingatkan kita tentang betapa pentingnya kesadaran kolektif dalam memperkuat sistem keselamatan di sektor pariwisata. Jika ditelusuri, kecelakaan pada umumnya dipengaruhi oleh dua faktor utama, faktor alam dan faktor kelalaian manusia. Namun, analisis menunjukkan bahwa kelalaian manusia menyumbang 70–90% penyebab kecelakaan, jauh lebih tinggi dibandingkan faktor alam yang hanya berada pada kisaran 10–30%. Angka ini dengan jelas menggambarkan bahwa peningkatan kesadaran, kepatuhan terhadap aturan, serta penguatan sistem keselamatan bukan lagi pilihan tetapi sudah menjadi kebutuhan mendesak. Pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan dan aturan dalam rangka memastikan bahwa setiap kegiatan usaha dijalankan sesuai…







