Uncategorized

Dua Orang Berepengaruh





Ada sebuah pepatah lama yang sering kita dengar, setiap masa ada orangnya, setiap orang ada masanya. Namun sepertinya pepatah itu lupa meminta izin dengan dua orang ini. Sebab, aturan itu ternyata tidak berlaku bagi mereka berdua.

Pimpinan di kantor silih berganti, datang dan pergi, tapi dua orang ini tetap eksis. Tidak tergantikan, apalagi sampai di-nonjob. Mereka bukan pejabat struktural, bukan pula pemilik tanda tangan sakti di lembar belakang SPPD. Mereka dikenal bukan karena pangkat atau jabatan, melainkan karena satu hal sederhana, yaitu keahliannya.

Keahlian mereka bukan turun langsung dari langit. namun Ia lahir dari tempaan waktu, pengalaman panjang, dan jam terbang yang tak terhitung. Kemampuan itu diasah perlahan, hingga akhirnya terasa seolah memang sudah ditakdirkan melekat pada diri mereka.

Orang Berpengaruh Pertama: Sang Penjinak Listrik

Jika kabel putus, speaker mendengung, atau listrik tiba-tiba mati, maka di situlah medan pengabdian sang tokoh pertama.

Ia adalah sosok yang mampu menghidupkan kembali alat elektronik yang sudah divonis “meninggal dunia.”
Speaker rusak? Menurutnya itu hanya kurang perhatian.
Kabel putus? “itu cuma minta disentuh sedikit.”
Layar LCD rusak? Nah… kalau yang itu memang harus beli yang baru.

Ia memang sering merakit banyak hal, tapi bukan bom. Yang ia rakit adalah harapan bendahara dan pejabat pengadaan barang, karena biaya perbaikan tentu lebih murah dibanding membeli barang baru.

Setiap kali listrik bermasalah, satu nama langsung muncul di kepala semua orang.

“Panggil dia!”

Orang-orang memanggilnya DARSON. Nama itu bukan pemberian orang tuanya, melainkan hadiah dari lingkungan kerja, nama yang lahir dari reputasi dan medan pengabdiannya.

Suatu hari pernah terjadi korsleting listrik. Gardu terbakar, kepanikan menyebar.  Semua orang sibuk mencari solusi, sebagian lagi sibuk merekam.

Untunglah Sang Penjinak Listrik standby ditempat. Om Darson muncul dengan tas perkakasnya, tas yang bentuknya lebih misterius daripada koper agen rahasia.

Tidak sampai lima menit, masalah selesai. Api padam. Dan Listrik kembali.

Beberapa orang yakin kalau ia memiliki hubungan pertemanan pribadi dengan arus listrik. Ada juga rumor yang mengatakan kalau ia pernah ditawari bergabung dengan tim intelijen bagian kelistrikan. Entah rumor itu benar atau tidak, tapi kalau lihat caranya mengutak-atik sound system dengan tenang, rasa-rasanya rumor itu terasa cukup masuk akal.

Orang Berpengaruh Kedua, Maestro Keyboard Abadi

Jika sebuah acara memiliki musik, maka hampir dapat dipastikan sumber nadanya berasal dari tokoh yang kedua ini, Sang Maestro Keyboard Abadi, atau biasa dipanggil “pace”.

Beliau selalu duduk di sudut yang sama, dengan posisi yang hampir tidak pernah berubah, seolah kursi itu sudah memiliki hak paten atas dirinya. Jari-jarinya menari di atas tuts keyboard dengan lincah, menghadirkan berbagai suasana.

Menurut pengakuannya, kalau ia sudah bermain keyboard sejak zaman Presiden Soeharto masih jadi camat. Pernyataan itu terdengar seperti hiperbola. Namun setelah melihat permainannya, orang-orang justru mulai bertanya-tanya, jangan-jangan itu bukan bercanda.

sehebat apa pun manusia, pasti memiliki kelemahan.
Kelemahan beliau sangat manusiawi, lapar.

Jika jadwal makan terlambat, tempo lagu bisa berubah. Karena itu, ada aturan tidak tertulis dalam setiap acara:
“Amankan konsumsi, maka musik akan aman.”

Dua orang berpengaruh. Berbeda gaya, berbeda cerita hidup, tetapi memiliki satu kesamaan, pengabdian.

Mereka bekerja di balik layar, jauh dari sorotan utama, memastikan semua berjalan sebagaimana mestinya. Tanpa pujian, tanpa tepuk tangan panjang, namun dampaknya selalu terasa.

Pepatah boleh berkata setiap orang ada masanya.
Namun untuk dua orang ini, tampaknya justru masa yang memilih tinggal lebih lama bersama mereka.

Share this content:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *